Gol tercepat memacu Al Hilal meraih gelar AFC keempat
Sports

Gol tercepat memacu Al Hilal meraih gelar AFC keempat

Nasser Al-Dawsari mencetak gol tercepat yang pernah ada di final Liga Champions Asia saat Al Hilal dari Arab Saudi menyapu bersih Pohang Steelers dari Korea Selatan 2-0 untuk memenangkan gelar kontinental untuk rekor keempat kalinya pada hari Selasa.

Kedua tim mengincar kemenangan keempat yang belum pernah terjadi sebelumnya tetapi tuan rumah yang membuat sejarah dengan Al-Dawsari dan Moussa Marega tepat sasaran di Stadion Internasional King Fahd di ibukota Saudi.

Kemenangan Al Hilal datang setahun setelah mereka menderita aib karena terlempar dari acara tersebut menyusul banyak kasus infeksi Covid-19 di dalam skuad mereka.

Namun pada Selasa malam kenangan pahit itu terhapus saat raksasa Saudi mendominasi lawan mereka di depan 50.000 penggemar.

Al-Dawsari membuat penonton terpesona dengan tendangan fantastis dari jarak lebih dari 25 yard setelah hanya 16 detik.

Lini tengah Pohang gagal membersihkan bola, memberikan ruang bagi al-Dawsari dan tendangan kaki kiri pemain berusia 22 tahun itu menemukan sudut atas gawang meskipun kiper Pohang Lee Jun melakukan penyelaman dengan putus asa.

Gol tercepat sebelumnya di final Liga Champions AFC dicetak oleh bintang Sierra Leone dari klub Saudi Al Ittihad, Mohammed Kallon pada menit kedua melawan Al Ain dari UEA pada 2005.

Al-Dawsari, yang tampil impresif sepanjang turnamen, sekali lagi menjadi kunci bagi Al Hilal dengan sentuhan impresifnya di lini tengah menciptakan banyak peluang bagi timnya.

Pohang juga memiliki peluang dan bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-12 tetapi tembakan Sin Jin-ho membentur tiang gawang dan rebound dari Lim Sang-hyub dapat digagalkan oleh kiper Al Hilal Abdullah Al-Mayouf.

Pemain Prancis Bafetimbi Gomis mengirim tembakannya melintasi muka gawang kemudian dari umpan Marega dan Al-Mayouf sekali lagi waspada untuk menggagalkan upaya Kwon Wan-kyu dari Pohang.

Gomis sempat nyaris mencetak gol lagi di babak kedua tetapi menebus kesalahannya dengan umpan bagus untuk pemain internasional Mali Marega yang mengecoh Jeon Min-gwang sebelum melepaskan tembakan melewati Lee pada menit ke-63.

Al Hilal bisa saja mencetak satu gol lagi dengan 10 menit tersisa tetapi tembakan Gomis melebar dan meskipun beberapa upaya panik oleh Pohang, Saudi memegang teguh untuk mengklaim sebagai tim klub paling sukses di Asia.

Kemenangan mereka sebelumnya datang pada tahun 1991 dan 2000, ketika turnamen itu dikenal sebagai Kejuaraan Klub Asia, dan pada tahun 2019. (AFP)


Posted By : totobet